Mempelajari sistem bangunan tingkat lanjut pada bangunan kompleks, khususnya middle–high rise building, dengan penekanan pada sistem vertikal, performa bangunan, ketahanan, teknologi adaptif, serta hubungan bangunan dengan tapak dan infrastruktur kawasan.
SB 5 merupakan tahap lanjutan yang mengubah pengetahuan sistem bangunan menjadi kemampuan mengoptimalkan performa dan menghubungkannya dengan sistem kawasan.
Empat fase membawa mahasiswa dari kompleksitas bangunan vertikal menuju pemahaman hubungan bangunan dengan infrastruktur kawasan.
Memahami bagaimana sistem bangunan berkembang ketika bangunan menjadi lebih tinggi, kompleks, dan padat.
Mengevaluasi envelope, energi, kenyamanan, dan performa bangunan melalui pendekatan berbasis data dan simulasi.
Membangun kemampuan memahami keselamatan, disaster resilience, resource resilience, serta teknologi bangunan adaptif.
Menghubungkan sistem bangunan dengan tapak, infrastruktur, mobilitas, dan sistem kawasan.
Materi tidak mengulang pengenalan sistem pada SB 1–4. Seluruh materi bergerak ke tingkat kompleksitas, performance, resilience, dan urban interface.
Mahasiswa diharapkan mampu menggunakan pengetahuan sistem bangunan sebagai dasar pengambilan keputusan desain pada bangunan kompleks dan kawasan.
Mampu memahami kompleksitas sistem bangunan pada middle–high rise building.
Mampu merumuskan strategi sistem vertikal, core, circulation, dan service infrastructure.
Mampu mengevaluasi performa envelope, energi, kenyamanan, dan sistem bangunan.
Mampu merancang strategi keselamatan, ketahanan bencana, dan resource resilience.
Mampu memahami hubungan sistem bangunan dengan tapak, infrastruktur, dan sistem kawasan.
Mahasiswa tidak hanya mempelajari teknologi, tetapi menggunakannya sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan arsitektur.
SB 5 dirancang sebagai mata kuliah penghubung: satu sisi memperkuat SPA 5, sisi lainnya membuka cara berpikir menuju studio penataan kawasan.
SB 5 memberikan technical intelligence untuk keputusan desain middle–high rise: vertical systems, performance, resilience, dan advanced building technology.
SB 5 memperluas cara berpikir mahasiswa dari objek bangunan menuju hubungan building, site, infrastructure, block, dan district.
Penilaian diarahkan pada kemampuan berpikir sistem, pengambilan keputusan, performa, dan kemampuan menghubungkan bangunan dengan skala kawasan.